Bertaubat dari seluruh dosa
Anda telah mengetahui pembahasan sebelumnya tentang sifat-sifat tercela
beserta perbuatan yang timbul dari sifat tersebut. Ada taubat dari dosa-dosa
yang kecil dan ada taubat dari dosa-dosa yang besar. Ada yang mengatakan bahwa
tidak ada dosa yang kecil disertai dengan tekanan, dan tidak ada dosa yang
besar disertai dengan permohonan ampun (istighfar).
Apabila anda telah mengetahui hal itu, maka ketahuilah bahwa perbuatan dosa
yang terkait dengan hak orang lain maka taubatnya tidak diterima kecuali dengan
menghakiminya, dan perkaranya diserahkan kepada orang yang bersangkutan,
seperti qishash, pengadilan (mazhalim), dan berbagai macam bentuk denda, serta
hukum menuduh orang lain berjina (hadd al-qadzf). Hal demikian itu bagi
orang yang ingin bertaubat. Akan tetapi bagi orang yang enggan bertaubat, maka
cara menekan hatinya adalah menakut-nakutinya dengan ayat-ayat dan hadits yang
menceritakan perihal orang-orang yang berbuat dosa, serta mengingatkannya
tentang perihal orang yang mati karena menunda-nunda dalam bertaubat dan
tentang bagaimana siksa yang ia dapatkan. Sehingga jelas baginya bahwa
terkadang siksa itu dipercepat di dunia, bahkan seandainya ia buta tentang
bagaimana siksanya nanti di akhirat. Barangkali ia akan takut hidup hina di
dunia. Wallahu a`lam.