Jika anda memahami makna diterimanya taubat, maka anda akan yakin jika
taubatnya benar, pasti diterima taubatnya. Orang-orang yang memandang cahaya
al-Qur`an dengan cahaya mata hati, mengetahui bahwa setiap hati yang besih akan
diterima di sisi Allah Swt, di mana mata hati yang lainnya tidak merasakan Zat
Allah Swt. Dan mereka mengetahui bahwa hati itu pada dasarnya diciptakan dalam
keadaan suci. Namun ia akan kehilangan
kesuciannya sebab noda yang mengotori wajah hati akibat debu dosa yang
menyelimutinya. Mereka juga mengetahui bahwa api penyesalan akan membakar debu
dosa tersebut. Sedangkan cahaya takut akan menghapus kejahatan yang menyelimuti
wajah hati, dan ia tidak berdaya dengan cahaya kebajikan. Seperti tidak
berdayanya kegelapan malam dengan cahaya siang. Dan seperti noda yang tidak
tersisa ketika dicuci dengan sabun. Akan tetapi perbuatan dosa itu bisa merusak
kesucian hati jika dosa terlalu banyak dan tidak pernah dibersihkan –hanya
kepada Allah-lah tempat berlindung-. Sebagaimana firman Allah Swt tentang
perihal orang-orang kafir: "Sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan
itu menutup hati mereka." Dan firman Allah yang berbunyi: "Bahkan,
sebenarnya Allah telah mengunci mata hati mereka."
Ayat-ayat itu berkenaan dengan sifat dan perilaku orang-orang kafir dan
munafiq. Adapun orang-orang muslim, maka tidaklah demikian. Nabi Saw bersabda: "Seandainya
kalian berbuat kesalahan hingga mencapai puncak langit, kemudian kalian
menyesalinya, niscaya Allah akan menerima taubat kalian."